Remaja zaman sekarang yang sudah siap untuk menikah sebagian sudah mulai mempersiapkan fisik dan mental. Daripada sibuk memikirkan pakai gaun apa, tempatnya di mana, katering, fotografer, perias, jumlah undangan dan lain-lain, mereka justru menomorsatukan kesehatan.
Mereka (calon pengantin perempuan) mulai mengkonsumsi vitamin, tablet tambah darah, asam folat, makanan bergizi, dan lain-lain. Selain itu juga siap menerima vaksin sebelum menikah, di antaranya vaksin tetanus, vaksin kanker serviks, toksoplasma, dan lain-lain. Sepertinya mereka sudah siap untuk memiliki anak setelah menikah alias tidak menunda momongan. Ketika usaha untuk sehat sudah dilakukan, lalu pasrah pada Yang Maha Hidup.
Tahap-tahap yang harus dilalui bagi calon pengantin (catin) diawali dengan catin laki-laki mengumpulkan dokumen yang diperlukan lalu ke kantor KUA. Setelah mendapatkan dokumen dari KUA lalu diteruskan catin perempuan mendaftarkan rencana menikah ke KUA. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi sebelum menikah pada hari yang telah ditentukan. Yakni cek kesehatan bagi catin laki-laki dan perempuan. Di antaranya narkoba, HIV, kehamilan (bagi perempuan). Cek kesehatan dilakukan di Puskesmas yang telah ditunjuk.
Dengan cek kesehatan ini, sejak dini diketahui hasilnya dan bermanfaat untuk ibu hamil dan bayinya. Sebab, catin perempuan yang akan merasakan dampak bila hasil cek kesehatan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk itu sejak dini benar-benar jaga kesehatan, konsumsi makanan, pergaulan, dan semua berlandaskan agama. Insya Allah semua akan baik-baik saja dan catin siap secara fisik, mental, dan finansial saat mau menikah.
00000







