Dibandingkan
saudara yang lain, aku sejak kecil sudah rajin menabung. Dulu pecahan 5 rupiah,
10 rupiah, 25 rupiah, 50 rupiah, dan paling besar pecahan 100 rupiah dimasukkan
ke dalam celengan tanah liat. Sekarang menabung bisa dengan pecahan paling
kecil, yakni 100 rupiah hingga 100.000 rupiah. Tujuan menabung pun tak lagi
untuk membeli sesuatu dalam jangka waktu tertentu. Tujuan menabung bisa untuk
investasi, berkurban, pendidikan, untuk hal yang sifatnya tidak mendesak, dan
lain-lain.
Kali
ini aku menabung untuk sekadar menyisihkan penghasilan saja. Uang hasil perniagaan,
jasa menulis, dan jasa bimbingan sebagian ditabung. Dalam hal ini aku memilih
menabung secara konvensional, yakni dengan cara memasukkan uang ke dalam botol
atau wadah plastik. Aku melakukan ini untuk memberi contoh pada kedua anakku. Menabung
bisa dengan uang pecahan kecil. Tidak perlu menabung di bank. Bila sudah
terkumpul sejumlah tertentu bisa digunakan untuk memenuhi keperluan. Menabunglah
dengan cara sederhana dan lebih praktis.
Untuk
kamu yang ingin mengajak anak-anak menabung, bisa melakukan hal yang sama
denganku. Semoga dengan cara ini, menabung tidak lagi memberatkan.
Berapa
uang pecahan yang ditabung? Bisa 1000, 2000, 5000, 10000, 20000, 50000, atau
100000. Uang kertas pecahan tersebut digulung lalu disemat dengan potongan sedotan.
Setelah itu uang tersebut dimasukkan ke dalam wadah. Wadahnya bebas, bisa botol
air mineral, toples, gelas plastik, dan lain-lain.
Oleh
karena aktivitas menabung bisa dilakukan oleh siapa saja dan dalam jumlah
berapa saja, maka menabunglah mulai sekarang. Menabunglah hari ini, lupakan tawaran diskon
barang yang tak penting. Hindari utang apalagi utang riba. Ini hanya ajakan ya,
sifatnya nggak memaksa. Aku sudah nabung di botol bekas wadah madu. Kapan kamu
menabung?
#nabungtiaphari #nabungtiapminggu #nabungtiapbulan #noriba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar